Usai Shalat Idul Adha, Pj Bupati Mubar Bahri Ajak Warga Bersinergi untuk Pembangunan

banner 468x60

Mubar, Sultra – Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat, Dr. Bahri mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mubar untuk senantiasa selalu rendah hati. Apalagi memasuk Hari Raya Idul Adha ini, dirinya sangat berharap agar masyarakat tetap bersinergi dalam membangun Muna Barat kedepannya.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaaha Illallahu Allahu Akbar, Allahu Akbar Wallillahil hamd. Bersamaan dengan lantunan takbir, tahmid, dan tahlil yang menggema sejak tenggelamnya matahari kemarin petang, pada kesempatan yang penuh barokah ini, mari kita senantiasa bersyukur kehadirat Allah SWT, Karena berkat limpahan Rahmat, Nikmat, dan karunia-Nya semata, sehingga kita dapat kembali berjumpa dengan Hari Raya Akbar, yaitu Hari Raya Idul Adha tahun 1443 Hijriah/2022M. Sholawat dan salam mari kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, Karena atas perjuagan dan sunnah beliaulah kita mengenal Islam, sesuai tuntunan Al- Qur’an dan Al-Hadist,” kata Bahri dalam pembukaan khutbahnya usai Sholat Idul Adha di Lapangan Mekar Jaya, Kecamatan Tiworo Tengah, Minggu (11/7/2022).

Read More
banner 300x250

Disampaikan Bahri, ada dua peristiwa yang tidak bisa lepas dari Hari Raya Idul Adha. Kedua peristiwa tersebut adalah Ibadah Haji dan qurban. Namun demikian, kedua ibadah tersebut harus dilaksanakan di tengah pandemic Covid-19 yang sampai saat ini belum mereda.

“Dalam Ibadah haji sendiri, hampir seluruh rangkaian ibadahnya membutuhkan kesabaran. Mulai dari pendaftaran sampai dengan pelaksanaan dan kembali ke tanah air. tanpa kesabaran, jamaah haji tidak akan mungkin mampu melewati rangkaian ibadah yang memerlukan kekuatan mental dan fisik seperti Thawaf, Sa’i, Wukuf di Arafah, dan melempar jumrah,” ucapnya.

Bahri menambahkan, ibadah kedua yang kita lakukan pada Hari Raya Idul Adha adalah ibadah Qurban. Di tengah pandemi ini, ibadah Qurban akan lebih bermakna dan terasa bagi masyarakat yang kurang beruntung. Karena selama pandemi, berbagai sektor tak terkecuali sektor ekonomi ikut terkena dampak. Banyak masyarakat yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya karena harus kehilangan mata pencaharian. Qurban dapat menjadi bukti kepekaan sosial masyarakat yang mampu, terhadap yang lemah.

“Qurban semakin memberikan kesadaran kepada kita, bahwa harta yang kita miliki bukanlah mutlak milik kita, melainkan hanya titipan dari Allah SWT yang di dalamnya ada terdapat hak hak orang lain untuk kita tunaikan,” paparnya.

Selain itu dengan berqurban, dijelaskan Bahri, kita juga akan semakin dekat dengan Allah SWT. Hal ini selaras dengan makna Qurban itu sendiri yakni berasal dari bahasa arab Qariba-yaqrubu-qurban wa qurbanan wa qirbanan, yang artinya dekat. Sehingga Qurban adalah mendekatkan diri kepada Allah, dengan mengerjakan sebagian perintah-Nya.

Dari kedua hal tersebut, ada dua hikmah yang bisa kita simpulkan, yang pertama adalah hikmah vertikal dan hikmah horizontal yakni kedekatan dengan sesama manusia dengan saling berbagi rezeki di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid-19 ini.

“Saya berharap hal tersebut benar-benar diperhatikan dan dapat diterapkan dengan sebaik mungkin, yang mana upaya tersebut samata-mata demi kebaikan, dan keselamatan kita bersama, sehingga pelaksanaan Idul Adha 1443 H di Kabupaten Muna Barat dapat berjalan dengan lancar, tertib, nyaman dan aman,”pungkasnya.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *