Turun ke Lapangan Dianggap Pencitraan Jelang Pilkada, Ini Kata Pj Bupati Mubar

banner 468x60

Mubar – Langkah Pj. Bupati Muna Barat (Mubar) Dr. Bahri, akhir-akhir ini menjadi sorotan. Gebrakan yang dilakukan dengan terjun langsung di lapangan dinilai datar sebagian kalangan. Mereka beranggapan bahwa tindakan Dr. Bahri bagian dari pencitraan politik untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang.

Menanggapi hal itu Direktur Perencanaan Anggaran Daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu menegaskan, gerakan yang dilakukan selama ini tidak ada kaitannya dengan kepentingan Pilkada 2024 nanti.

“Kerja-kerja saya selama ini bukan dalam rangka membangun pencitraan. Tidak ada muatan kepentingan politik untuk Pilkada 2024 mendatang. Terlalu jauh menilai saya sampai di situ,” ungkap Bahri.

Beberapa kalangan masyarakat menilai Dr. Bahri akan tampil sebagai salah satu kandidat bakal calon Bupati Mubar 2024 mendatang. Hal itu terlihat dari tindakan yang selalu mencuri perhatian khusus masyarakat.

“Kerja-kerja saya memang selalu terinformasi dan terpantau jelas. Semua orang tahu dan melihat gebrakan itu. Saya ditunjuk sebagai Pj. Bupati untuk bekerja dan itu dinilai oleh Kemendagri dan Presiden. Mendagri mengevaluasi saya per 3 bulan. Kalau ternyata tidak melaksanakan instruksi Mendagri, saya juga dinilai kinerja rendah,” ujarnya.

Sebagai Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Kemendagri, orang 01 di Mubar ini paham betul soal pengelolaan uang negara termasuk distribusi kebutuhan anggaran di seluruh daerah yang ada di Indonesia. Sebelum masuk di daerah, uang itu harus melalui mejanya untuk dievaluasi.

“Semua APBD daerah di Indonesia saya evaluasi. Jadi bisa menterjemahkan program-program apa yang disampaikan bapak Presiden. Program itulah yang saya implementasikan. Dan wajib untuk saya laksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Pria jebolan IPDN itu mengaku tidak anti kritik. Sebab menganggap semua elemen masyarakat sebagai mitra kerja dan mitra kritis pemerintah. Sehingga kesan menjalankan tugas hanya untuk mencari pencitraan dikesampingkan.

“Saya kerja saja. Lebih baik banyak diam. Nanti masyarakat yang nilai. Saya berani mengambil sebuah kebijakan karena saya ahli perencanaan anggaran daerah. Bisa menterjemahkan apa yang diinginkan bapak Presiden, Mendagri, maupun Gubernur,” ucapnya.

Ia mengaku, program yang dibebankan oleh Presiden, Mendagri, maupun Gubernur sukses dilaksanakan terutama penanganan inflasi. Efek inflasi di Mubar outputnya terkendali. Seluruh masyarakat diberi sentuhan secara ekonomi maupun pelayanan prima dalam pemerintahan.

“Ada nggak daerah lain yang memberikan BLT melalui APBD. Kan tidak ada, hanya Mubar. Karena saya paham penyampaian presiden soal penanganan kemiskinan ekstrem, bahwa bagi daerah yang tidak menganggarkan BLT DD, akibat masih ada KPM yang belum didanai, maka Pemda mengintervensi dia dengan BLT APBD. Maka apa yang menjadi suksestorinya menteri itu saya lakukan,” terang Bahri.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *