PJ Bupati Mubar Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok

banner 468x60

Mubar – Pemerintah Kabupaten Muna Barat mendukung rencana penekanan laju inflasi pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan meninjau kebun cabe dan distribusi pasar.

Pj Bupati Muna Barat, Bahri meninjau langsung kebun cabe yang terletak di Desa Umba, Kecamatan Napano Kusambi, ditemani oleh Kepala Staf Distrik Militer 1416/Muna, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Perindag Muna Barat, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muna Barat dan Kepala Desa Umba.

Bahri menuturkan, peninjauan langsung kebun cabe sebagai salah satu bentuk tindak lanjut dari arahan Menteri Dalam Negeri serta Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi.

“Bulan September akan terjadi kenaikan harga sembako, diantaranya cabe dan bawang merah,” tuturnya, Senin (5/9/2022).

Ia menyebut, cabe dan bawang merah menjadi kebutuhan bahan pokok yang juga diprediksi terdampak laju inflasi, maka ia mengecek langsung ketersediaan cabe serta distribusi pada tiap pasar dan pihaknya diberi tugas untuk turun langsung mengintervensi harga sembako di pasar untuk menekan inflasi.

“Semoga kita bisa antisipasi, kenaikan harganya kita bisa jaga dengan lakukan operasi pasar atau pun petani-petani bisa menanam cabe dan bawang,” ungkapnya.

Direktur Perencanaan Keuangan Kemendagri ini juga menyampaikan, pihaknya diminta dari Dana Alokasi Umum (DAU) akan dialokasikan 2 persen untuk pengendalian inflasi, yakni dengan memberikan bantuan sosial, subsidi transportasi, serta kegiatan-kegiatan lain dalam pengendalian inflasi.

Sehingga ia akan memastikan pelaku pertanian di Muna Barat tetap mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat serta Dinas Pertanian akan menganggarkan pengadaan bibit cabe dan bawang merah beserta pupuk dan obat-obatan.

Sementara itu, Kepala Desa Umba, La Ode Haidatul Alwi mengaku akan terus mengedukasi para petani di desa setempat, agar fokus dalam menanam tanaman komoditas.

“Tanaman komoditas itu seperti cabe, terong, ubi kayu dan lain-lain,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, saat ini luas lahan yang dipakai untuk penanaman mencapai 7 hingga 10 hektare, semenjak tahun 2020 penanaman cabe telah dilakukan, di mana ia memberi contoh langsung kepada para petani untuk bercocok tanam dengan fokus dan bisa merubah perekonomian desa.

“Ini kita genjot lewat dana desa,” tuturnya.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.