Elemen Strategis di Mubar Diminta Sinergi untuk Tekan Angka Stunting

banner 468x60

Mubar — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Muna Barat (Mubar) melakukan penandatanganan pernyataan pelaksanaan percepatan penurunan stunting terintegrasi Senin (29/8). Hal itu sebagai wujud komitmen mempercepat menurunkan angka stunting di daerah itu. Untuk itu Penjabat (Pj) Bupati Mubar, Bahri meminta sinergitas semua pihak untuk bersama-sama bersinergi mengsukseskan gerakan itu.

“Kepada seluruh OPD, para camat,dan kepala desa, agar bersama-sama kita bersinergi menurunkan angka stunting di Mubar. Selain dari DAK sumber pendaan stunting bisa kita lakukan di APBD dan dana desa,” kata Bahri.

Lanjutnya, penandatanganan pernyataan komitmen pelaksanaan percepatan penurunan stunting terintegasi telah tertuang dalam amanah Peraturan Presiden RI Nomor 72 tahun 2021. Kemudian berbicara tentang stunting maka ada dua intevensi yang dapat dilakukan yaitu, intervensi spesifik dan sensitif. “Ada beberapa target yang harus dicapai pada intervensi spesifik. Misalnya seperti ibu hamil kurang energi kronik, dan ibu hamil mengkonsumsi tablet penambah darah. Kemudian bayi usia kurang dari 6 bulan mendapat ASI eksklusif sampai dengan balita yang memperoleh imunisasi dasar lengkap. Semua itu menjadi perhatian kita semua,” terangnya.

Pada gerakan penandatanganan pernyataan komitmen pelaksanaan percepatan penurunan angka stunting itu diikuti oleh seluruh OPD dan Camat. Pj Bupati, Sekda dan pimpian OPD, dan para camat, seluruhnya ikut bertanda tangangan sebagai bentuk komitmen bersama.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Mubar, La Ode Andi Muna mengatakan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Penyebabnya ada empat faktor yaitu, pola asuh, akses kesehatan, akses gizi, dan sumber aor bersih atau sanitasi. “Berdasarkan data terakhir dari Dinas Kesehatan Mubar, angkat stanting kita ada sekira 364 kasusu,” ungkapnya.

Mantan Kepala Kesbang POL Mubar itu menambahkan bahwa resiko stunting diantaranya dimulai dari calon pengantin, pasangan usia subur, ibu hamil, dan balita. Dari semua itu, maka semua wilayah di Mubar berpotensi terjadi angka stunting dalam masyarakat. “Berdasarkan resiko itu, mala semua wilayah di Mubar berpotensi (terjadi kasusu stunting),” tandasnya.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.