Ada 13 Kepala Desa Ikrarkan Dukungan Perikanan Berkelanjutan di Mubar

banner 468x60

Mubar – Sebanyak 13 kepala desa pesisir di Kabupaten Muna Barat menyatakan komitmen mendukung implementasi pengembangan perikanan skala kecil berkelanjutan yang menjadi bagian dari program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP).

Ikrar tersebut disampaikan saat agenda Bincang-bincang (Talkshow) Pengelolaan Sumber Daya Ikan dengan tema Pengelolaan Akses Area Perikanan untuk Pengembangan Perikanan Skala Kecil Berkelanjutan digelar Dinas Kelautan dan Perikanan Muna Barat bersama Rare Indonesia di Desa Pajala Kecamatan Maginti, Selasa (9/8/2022).

Adapun 13 kepala desa yang mendukung program Rare Indonesia tersebut tersebar di pesisir Kecamatan Maginti dan Kecamatan Tiworo Utara. Ikrar ini disampaikan sebagai bentuk komitmen mereka dalam melestarikan sumber daya perikanan pesisir di Kabupaten Muna Barat.

Program Manager Rare Imanda Hikmat Pradana mengatakan, kegiatan yang bertujuan untuk membangun sinergitas antara pemerintah Kabupaten Muna Barat dan masyarakat ini merupakan satu bagian dari pelaksanaan program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) yang diinisiasi oleh DKP Provinsi Sultra sejak tahun 2019 lalu.

“Inisiatif ini kemudian diejawantahkan pada level kabupaten/kota yang bekerjasama dengan kelompok di level masyarakat. Saat ini sudah dua kelompok PAAP di Kabupaten Muna Barat yang telah terbentuk. Kelompok PAAP ini yang bertanggungjawab dalam menyusun peraturan perikanan dan berkoordinasi dengan para kepala desa dalam implementasi PAAP,” ulas Iman.

Oleh karena itu, lanjutnya, penting bagi para kepala desa yang wilayahnya masuk ke dalam kawasan PAAP untuk bisa saling bahu-membahu mendukung program ini.

Sejalan dengan hal tersebut, ikrar kepala desa adalah wujud nyata semangat bersama kepala desa di tiga kecamatan di Muna Barat untuk mengatasi permasalahan perikanan.

Program ini pun selaras dengan semangat PAAP yang diamanahkan dalam Peraturan Gubernur No. 36 tahun 2019 tentang Pengelolaan Akses Area Perikanan pasal 3.

Selain kepala desa, PJ Bupati Muna Barat Dr Bahri turut menyatakan dukungan sama demi suksesnya program PAAP di kabupaten yang nahkodai. Pejabat di Kemendagri itu pun ikut menjadi pembuka sekaligus narasumber dalam sesi talkshow yang digelar Rare Indonesia bersama DKP Muna Barat.

Keterlibatan langsung orang nomor satu di Muna Barat dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen serius DOB pecahan Kabupaten Muna itu dalam mengembangkan sektor perikanan dan memberikan perhatian yang khusus terhadap nelayan lokal dan tradisional.

Ia pun sempat menyampaikan permasalahan mengenai menurunnya hasil tangkapan karena ilegal fishing. Kondisi ini,kata Bahri menunjukkan bahwa perlu adanya kolaborasi untuk pengawasan sumber daya ikan, antar pihak-pihak yang bergerak di wilayah perairan maupun aparat, masyarakat dan dinas-dinas terkait.

“Perlu ada keterlibatan instansi lain agar khususnya KLA di Kawasan Tiworo Utara dan Maginti dapat terawasi, sehingga tidak menitikberatkan kepada kelompok masyarakat, jadi perlu ada kerjasama,” tutur Dr. Bahri. dalam pidato pembukaannya.

Adapun peserta yang hadir pada kegiatan talkshow yakni instansi terkait, perwakilan kelompok nelayan, jurnalis, kepala desa dan BPD.

Abdul Hafid sebagai Ketua Kelompok Nelayan PAAP Maginti Raya dan Ibu Si Ida selaku perwakilan Kelompok Nelayan Sadar PAAP Tiworo Utara menyampaikan permasalahan-permasalahan perikanan yang terjadi di perairan Maginti dan Tiworo Utara dan bagaimana PAAP dapat menjadi salah satu solusi bagi masyarakat setempat.

“Maraknya alat tangkap trawl mengganggu nelayan skala kecil dan membuat hasil tangkapan nelayan menurun dan merusak biota laut seperti terumbu karang,” curhat Ibu Si Ida.

Padahal, terumbu karang merupakan salah satu ekosistem penting yang dijadikan sebagai rumah bagi ikan karang khususnya untuk berkembang biak. Kerusakan yang terjadi pada terumbu karang berdampak pada hilangnya habitat ikan sehingga dalam kurun waktu tertentu akan menyebabkan berkurangnya hasil tangkapan.

Sejalan dengan itu, Abdul Hafid juga menyatakan sangat mendukung PAAP dan KLA karena menurutnya adanya sistem zonasi ini dapat menjaga rumah ikan dan harapannya dapat membuat ikan bisa bertambah di perairan Maginti.

“Terdapat perubahan positif yang muncul seperti masyarakat menegur dan menolak keberadaaan trawl yang masuk di wilayah perairan Maginti,” kata dia.

Lebih jauh, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Muna Barat La Jono mengatakan perubahan positif yang muncul di masyarakat memacu DKP untuk melakukan program penyadartahuan masyarakat pesisir, bantuan alat tangkap tradisional dan sarana pengawasan untuk menghadapi tantangan perikanan yang terjadi di masyarakat.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.